Kronologi Peristiwa Penusukan Syekh Ali Jaber Saat Ceramah di Lampung
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad
menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 17.15 WIB. Saat itu Syekh Ali
Jaber tengah melakukan interaksi dengan jemaah. Kegiatan (kajian) itu
berlansung mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB
Berdasarkan keterangan dari sejumlah jamaah dan pihak kepolisian
diperoleh kronologi penusukan terjadi saat Syekh Ali Jaber belum lama membuka
kajian dalam acara Wisuda Tahfidz Quran tersebut. Seorang lelaki tanggung
menaiki panggung acara sambil membawa sajam dan mengincar perut Syekh Ali
Jaber.
"Penusukan tersebut terjadi berawal dari Syekh Ali Jaber yang
ingin memberikan hadiah kepada anak kecil yang bisa membaca Al-Fatihah dengan
benar," kata warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat
(TKB), Bandarlampung, Andika, Ahad.
Kronologi Kejadian
Andika menjelaskan, ketika anak yang dipanggil ke atas panggung
tersebut mampu membacakan surat Al-Fatihah dengan benar, Syekh Ali Jaber
berniat memberikan hadiah kepada anak tersebut sehingga ditanya olehnya apakah
anak tersebut ingin sepeda ataupun yang lainnya.
"Kemudian anak tersebut turun panggung ke ibunya untuk
bertanya kepada ibunya dan naik lagi ke panggung dan memberitahu Syekh Ali
Jaber dia ingin sepeda," jelasnya.
Setelah itu, spontan Syekh Ali Jaber memanggil ibu anak tersebut
untuk naik ke panggung dan meminjam ponsel si ibu untuk berfoto bersama.
Namun, karena ponsel orang tua anak tersebut tidak bisa menyimpan gambar, maka
Syekh Ali ingin meminjam ponsel jamaah lainnya.
"Nah, saat Ali Jaber mencoba meminjam handphone itu,
pelaku penusukan tersebut lari dari arah sebelah kanan langsung naik ke
panggung dan menusuk syekh. Tusukannya di lengan sebelah kanan," kata
Andika.
Melihat gelagat lelaki yang tidak dikenal naik panggung, Syekh Ali
Jaber langsung mengelak. Namun, Syekh Ali Jaber tetap terkena tusukan di bagian
tangan. Dalam kondisi tangan berdarah, Ali kemudian dibawa jamaah ke puskesmas
terdekat.
“Jamaah langsung membawa Syaikh Ali Jaber ke Puskesmas Gedong Air.
Ada bekas darah jahitan di tangan kanannya,” kata Rudi, salah seorang jamaah
Masjid Falahuddin.
Adapun, pelaku langsung ditangkap oleh jamaah yang lain. Aparat kepolisian
langsung mengamankan pelaku ke pos polisi terdekat untuk menghindari amuk
massa.
Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP David Jackson membenarkan pelaku
langsung ditahan petugas, setelah diamankan para jamaah sesaat kejadian.
“(Pelaku) sudah diamankan,” katanya.
Insiden penusukan tersebut mengejutkan jamaah yang hadir pada acara Wisuda
Alquran tersebut. Sebagian jamaah berteriak, terutama para ibu-ibu dan remaja
putri yang menyaksikan perisitwa di panggung kehormatan tersebut.
“Tiba-tiba saja lelaki itu naik panggung dan menghunuskan pisaunya ke arah
syekh. Semua terkejut histeris,” kata Wati, jamaah remaja putri.
Saat diwawancara oleh TV One, Syekh Ali Jaber
mengatakan, peristiwa berawal saat dirinya baru saja meminta seorang anak untuk
maju ke atas panggung. "Acara baru awal, saya panggil anak 9 tahun untuk
tes bacaannya karena itu acara wisuda hafalan Al Quran, ketika selesai keluarga
minta foto. Saat itu, ada seseorang pemuda lari ke atas panggung,"
ujarnya.
Syekh Ali Jaber melanjutkan, beruntung saat itu dirinya sempat
menangkis tusukan pemuda tidak dikenal itu. "Alhamdulillah, saya sempat
melihat, kalau tidak mungkin tusukan bisa kena leher atau dada saya,"
katanya.
Bekas tusukan senjata tajam di bahu kanan Syaikh Ali Jaber
terpaksa dijahit oleh petugas Puskesmas Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandar
Lampung. Menurut, pihak Puskesmas Gedong Air, kondisi Syekh Ali Jaber sehat dan
langsung diamankan ke tempat lain seusai lukanya mendapatkan jahitan.
Pihak kepolisian tengah mendalami kasus penusukan Syekh Ali Jaber.
Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad,
menyebutkan, pelaku berinisial AA berusia sekitar 20 tahunan.
Menurut Pandra, pelaku merupakan warga sekitar dan saat ini polisi
telah mengamankan tersangka beserta barang bukti. "Masih dimintai
keterangannya atas motif penusukan terhadap penceramah asal Madinah tersebut,
dalam waktu 1x24 jam," ujar Pandra.
Setelah sempat viral foto dan nama terduga pelaku penusukan Syekh
Ali Jaber, akun Instagram bernama @andrian_alfin dihujani caci maki warganet,
Ahad (13/9) malam. Namun, akun ini belum terkonfirmasi apakah benar milik
pelaku yang kini diamankan di Polsek Tanjungkarang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Republika.co.id,
Ahad malam, identitas pelaku bernama Alpin Andria bin M Rudi (26 tahun), dengan
alamat rumah di sekitar Jalan Tamin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, tak jauh
dari lokasi kejadian.
Kondisi Syekh Ali Jaber Saat Ini
Sementara ini kondisi Syekh Ali Jaber sendiri sudah pulih dan
sedang istirahat,beliau sempat memberikan keterangan kalau sudah dalam kondisi
yang baik dan keterangan video tersebut diunggah melalui media sosial salah
satunya instagram. Semoga kejadian hal ini tidak terulang lagi dan Syekh Ali
Jaber selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamin Yaa Robbal Alamin..
Semoga dilain waktu bisa mengundang beliau datang berkunjung ke Nurul Hayat insyaAllah ..

Komentar
Posting Komentar